Berkah Buah Zaitun

 

عن عمر بن الخطاب رضي الله عنه قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم كلوا الزيت وادهنوا به فإنه من شجرة مباركة  

فقد روى الترمذي وابن ماجه  عن عمر بن الخطاب  , ورواه أحمد والترمذي أيضاً من طريق أبي سيد رضي الله عنه، والحديث صححه الألباني رحمه الله بمجموع طرقه.

Umar bin Khatab menyampaikan bahwa Rasulullah SAW., bersabda: “minumlah/makan minyak zaitun dan berminyaklah dengannya karena sesungguhnya ia dari pohon yang diberkati.” (HR.Tirmidzi)

Dan ada beberapa riwayat yang isinya juga sama dengan hadits di atas. Abu Hurairah menyampaikan bahwa Rasulullah bersabda: “minumlah minyak zaitun dan berminyaklah dengannya karena sesungguhnya ia dari pohon yang diberkati.”  (HR. Ibn Majah)

Hadis yang sama juga diriwayatkan Ahmad dalam Musnad Al-Makyin. Abu Sufyan memberitahu Rasulullah SAW. Bahwa dirinya sakit. Kemnudian beliau bersabda:  “minumlah minyak zaitun dan berminyaklah dengannya karena sesungguhnya ia dari pohon yang diberkati.” (HR.Ahmad)

Lebih dari itu, pohon zaitun juga disebut dalam al-Qur’an sebanyak 7 kali. Allah yang Maha Perkasa bersumpah demi buah tin dan zaitun.

وَٱلتِّينِ وَٱلزَّيۡتُونِ ١

Demi (buah) Tin dan (buah) Zaitun.

(QS. At-Tin 95: 1)

Allah juga menyebut zaitun dalam firman-Nya:

وَشَجَرَةٗ تَخۡرُجُ مِن طُورِ سَيۡنَآءَ تَنۢبُتُ بِٱلدُّهۡنِ وَصِبۡغٖ لِّلۡأٓكِلِينَ ٢٠

dan pohon kayu keluar dari Thursina (pohon zaitun), yang menghasilkan minyak, dan pemakan makanan bagi orang-orang yang makan. (QS. Al-Mukminun 23: 20)

Pohon zaitun juga dipuji oleh Allah dalam konteks kiasan. Allah berfirman:

۞ٱللَّهُ نُورُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِۚ مَثَلُ نُورِهِۦ كَمِشۡكَوٰةٖ فِيهَا مِصۡبَاحٌۖ ٱلۡمِصۡبَاحُ فِي زُجَاجَةٍۖ ٱلزُّجَاجَةُ كَأَنَّهَا كَوۡكَبٞ دُرِّيّٞ يُوقَدُ مِن شَجَرَةٖ مُّبَٰرَكَةٖ زَيۡتُونَةٖ لَّا شَرۡقِيَّةٖ وَلَا غَرۡبِيَّةٖ يَكَادُ زَيۡتُهَا يُضِيٓءُ وَلَوۡ لَمۡ تَمۡسَسۡهُ نَارٞۚ نُّورٌ عَلَىٰ نُورٖۚ يَهۡدِي ٱللَّهُ لِنُورِهِۦ مَن يَشَآءُۚ وَيَضۡرِبُ ٱللَّهُ ٱلۡأَمۡثَٰلَ لِلنَّاسِۗ وَٱللَّهُ بِكُلِّ شَيۡءٍ عَلِيمٞ ٣٥

Allah (Pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. Perumpamaan cahaya Allah, adalah seperti sebuah lubang yang tak tembus, yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang berkahnya, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat(nya), yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang dia kehendaki, dan Allah memperbuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu (QS. An-Nur 24: 35)

Belum lama ini, para peneliti telah membuktikan bahwa jumlah asam lemak dalam minyak zaitun sangat rendah dan hanya mengandung lemak tak jenuh. Itulah sebabnya mengapa minyak zaitun sangat sehat. Sebab, minyak zaitun bebas dari zat-zat yang menyebabkan arteriosklerosis bahkan oklusi arteri (penyumbatan pembuluh arteri, nadi).

Arterioklerosos adalah suatu keadaan yang ditandai dengan hilangnya elastisitas dari pembuluh arteri (nadi) atau terjadi pengerasaan pembuluh arteri karena penebalan dinding pembuluh nadi sehingga menyebabkan penyakit jantung degeneratif, stroke, dan penyakit pembuluh arteri lainnya.

Melalui survey yang dilakukan secara cermat ditemukan bahwa mengkonsumsi minyak zaitun secara teratur membantu melindungi tubuh dari berbagai penyakit termasuk oklusi (penyumbatan) koroner arteri, peningkatan rasio lemak berbahaya dalam darah, peningkatan tekanan darah, diabetes, beberapa penyakit karsinogenik (kanker misalnya perut, usus besar, payudara, rahim dan kulit), dan mencegah borok dalam sistem pencernaan.

Salah satu lemak tubuh utama adalah “kolestrol”, yakni lemak kristal putih dalam jumlah banyak di otak, sumsum tulang belakang, dan hati. Kolestrol biasanya disintesis di hati, usus, dan kulit. Ia berfungsi sebagai mediator dalam berbagai proses dalam tubuh. Yang paling penting dari proses ini adalah sintesis vitamin E dan beberapa hormon.

Selain itu juga diketahui bahwa oksidasi kolestrol merupakan salah satu faktor yang mempercepat pengerasan dan penyempitan pembuluh arteri (nadi). Meskipun demikian, akhir-akhir ini telah ditemukan fakta ilmiah bahwa minyak zaitun dapat mencegah proses oksidasi kolestrol. Ini karena minyak zaitun mengandung vitamin E dan senyawa polifenol lainnya yang berfungsi mencegah selfoxidation minyak, termasuk juga oksidasi kolestrol berbahaya yang dikenal sebagai LDL (Low-density lipoprotein). Minyak zaitun juga dapat memurnikan tubuh dari bahaya peroksida lipid serta zat berbahaya lainnya.

Oleh karena itu, mengkonsumsi minyak zaitun secara teratur dapat membantu menurunkan jumlah kolestrol dalam darah pada umumnya dan mengurangi rasio bahaya kolestrol pada khususnya.

Minyak zaitun berwarna kuning, kaya akan asam oleat, dan sering digunakan dalam memasak maupun sebagai salad dressing. Hal ini digunakan dalam memproduksi berbagai obat-obatan, salep, minyak rambut, dan sabun. Selain itu, minyak zaitun menghasilkan api yang terang saat dinyalakan, oleh karena itu sering digunakan dalam lentera.

Mahabesar Allah yang memuji zaitun dan minyaknya dalam al-Qur’an yang dan bersumpah dengannya. Terpuji pula mereka yang terinspirasi oleh sabda nabi Muhammad SAW. tentang zaitun dan menemukan banyak fakta ilmiah didalamnya, sejak tahun 1980-an. Mengenai segenap kelebihan dalam zaitun dan minyaknya, Nabi Muhammad Saw bersabda, “minumlah minyak zaitun dan berminyaklah dengannya karena ia diberkati (dari pohon yang diberkati).”

Wallahu ‘Alam bis Showwab

(HZ)

Share this:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *