Guru Trensains Ikuti Kongres Nasional Asosiasi Guru Pembimbing Penelitian Indonesia

Para Peserta Kongres Nasional Asosiasi Guru Pembimbing Penelitian Indonesia berpose sesuai acara. (Jakarta, 22-23 Nop 2019)
Para Peserta Kongres Nasional Asosiasi Guru Pembimbing Penelitian Indonesia berpose sesuai acara. (Jakarta, 22-23 Nop 2019)

TRENSAINS SRAGEN, – Lagi dan lagi CYS (Center for Young Sciencetist) bersama AGPPI (Asosiasi Guru Pembimbing Penelitian Ilmiah) dan juga bekerja sama dengan i3L (Indonesian Internasional Institute of Life Sciences) Jakarta menyelenggarakan Konferensi Guru Indonesia dan Lomba Peneliti Belia (LPB) tahun 2019. Selama 2 hari (22-23 November 2019), para siswa dan guru dari berbagai pelosok Indonesia berkumpul untuk kemajuan riset tanah air.

Hari pertama, pleno pertama dibuka oleh perwakilan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Dr. Praptono, M.Ed. Selanjutnya, beliau juga memaparkan mengenai Tata Kelola Guru di Era Industri 4.0 dengan ‘caption’ yang sangat tajam ‘urusan pendidikan akan tuntas jika semua guru berkualitas’. Tidak hanya itu Praptono juga mengajak para guru yang hadir untuk menganalisa kebutuhan guru dan ketersediaan sekolah di Indonesia. Sebagai penutup, menjadi GURU YANG MEMPESONA merupakan pesan dari Kemendikbud untuk semua guru di Indonesia.

Masih pada hari yang sama, Dr. dr. Tri Edhi Budi Soesilo, M.Si (dosen UI) pada pleno kedua menjelaskan tentang Riset dan perkembangannya. Ranah ontologi, epistemologi, dan aksiologi menjadi 3 hal pokok dalam penelitian. Pakar ilmu lingkungan yang sekaligus juri pada LPB 2019 ini penutup pleno dengan nasehat kepada semua guru untuk don’t be ‘the master says always the truth’.

Sesi ketiga adalah parallel session yang diisi oleh paparan para guru pemakalah tentang Riset yang dilakukan. Pada sesi ini, salah satu guru biologi SMA Trensains Muhammadiyah Sragen, Ulya Granit Pramudita, S.Pd.Gr. mempresentasikan risetnya mengenai ‘penggunaan model pembelajaran Guided Discovery Learning berbantu media kahoot untuk melatih siswa berpikir analitis, yang merupakan salah satu high order thinking skills’.

Leonny Yulita Hartiadi Apr, Ph.D (ketua program studi farmasi) membuka pleno ke3 di hari kedua sebagai perwakilan dari i3L. Beliau menjelaskan mengenai i3L termasuk prestasi, internship, kerjasama dengan instansi lain, hingga keterbukaan i3L untuk membantu riset dan melapangkan pintu untuk dapat menerima kunjungan belajar (field trip) dari siswa-siswi sekolah.

Pak Gun, guru pembimbing riset dari SMA Budi Utama Yogyakarta sekaligus sekertaris jenderal AGPPI menjadi pembicara pada pleno ke-4. Guru yang sudah 30 tahun mengajar ini menceritakan pengalamannya selama menjadi guru pembimbing penelitian dari siswa-siswi peraih medali tingkat internasional. Pengalamannya ini dia tuliskan dalam sebuah buku bertajuk Guru Bagi Peneliti Belia. Buku ini khusus dicetak dan hanya dijual selama konferensi berlangsung.

Parallel session di hari kedua dilaksanakan setelahnya. Kali ini guru fisika SMA Trensains Muhammadiyah Sragen, Susanti Rahayu menyampaikan makalahnya tentang persepsi siswa mengenai gerak. Makalah ini adalah studi awal yang dilakukan dan dianalisis secara kualitatif.

Serangkaian acara ini ditutup dengan konggres AGPPI. Konggres ini membahas tentang AGPPI sekaligus menghimpun guru peserta dalam AGPPI yang berada di daerah, meliputi: Jabodetabek, Jateng DIY, Bali, serta Kalimantan-Sumatera. Melalui asosiasi daerah ini harapnya para guru pembimbing penelitian mendapatkan wadah untuk bekerja sama dalam riset.

Jakarta, 24 November 2019
Santi & Ulya.

 

Share this:

One thought on “Guru Trensains Ikuti Kongres Nasional Asosiasi Guru Pembimbing Penelitian Indonesia

  1. Congratulation for teachers in Sma Trensains Muhammdiyah Sragen. Success for teacher and student’s research

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *