Hari Kartini: Trensains Hadirkan Ilmuwan Perempuan

SRAGEN, trensains.sch.id – Setiap lembaga pendidikan berusaha membekali siswa-siswinya dengan ilmu-ilmu dasar. Mereka ditempa dan dididik bagai besi, yang pada akhirnya menjadikan mereka insan yang paripurna, Tangguh secara fisik, psikis maupun intelektualnya. Begitu pula dengan SMA Trensains Muhammadiyah Sragen, sekolah yang bercirikhaskan sains al-Quran ini memiliki program Studium General atau juga disebut Kuliah Umum. Bagian dari upaya membekali siswa secara intelektual.

Mengingat bulan April, terngiang benar tentang Kartini dan kiprah emansipasinya. Oleh karena itu pada Sabtu, 28/4/2018 diadakanlah kuliah umum edisi spesial bersama ilmuwan wanita. Merupakan narasumber perempuan pertama dalam program Studium General. Beliau juga merupakan salah satu wali santri Trensains. Siapakah beliau? Beliau kerap disapa Dr. Upik, dosen fisika di Universitas Negeri Semarang (UNNES). Menariknya, Dr. Upik ini baru saja menyelesaikan pendidikan S3-nya di Institut Teknologi Sepuluh November (ITS).

Dr. Upik menempuh jenjang pendidikan S3 selama 9 semester atau 4,5 tahun. Bagi seorang ibu dengan usia menginjak kepala 5 adalah suatu prestasi yang luar biasa. Betapa tidak, dari profil beliau yang sesingkat itu, sudah menjadi sinyal bahwa semangat belajarnya begitu tinggi. Baginya, belajar tidak mengenal usia. Cerita-ceritanya pada awal pertemuan dan perjuangannya untuk menamatkan S3 merupakan suntikan motivasi bagi para santri, lebih-lebih bagi santriwati.

Melalui Studium General yang mengambil tema pembahasan “Simetri”, Dr. Upik menjadikan pendidikan sebagai kontribusinya untuk membangun peradaban. Khususnya untuk membangun Trensains sebagai salah satu proyek peradaban. Studium General ini dimulai pada pukul 22.15 WIB, dengan sambutan atau pengarahan awal oleh Ustadz Agus Purwanto, D.Sc yang kabarnya akan segera berganti gelar menjadi profesor. Para santri yang notabene adalah siswa-siswi kelas 10 dan 11 SMA Trensains Muhammadiyah Sragen mengikuti kegiatan rutin ini dengan tertib dan antusias, serta tentunya dengan perjuangan menahan kantuk hingga ditutup kembali oleh Sang Kreator Trensains pada pukul 23.00 WIB.

Belajar tentang Fisika adalah belajar tentang keindahan. Bagaimana mungkin bintang bertaburan di langit malam tidak indah di mata seorang manusia? Bagaimana bisa terjadinya alam semesta tidak mengagumkan dan menambah syukur hamba pada Rabbnya? Dan, itulah Fisika. Meski boleh jadi pada suatu waktu terasa menjenuhkan atau pula menyebalkan, Fisika tetaplah indah. Begitu pula dengan simetri yang disampaikan Dr. Upik begitu indah.

Melalui Dr. Upik kami belajar banyak hal, bukan hanya seputar Fisika atau Simetri, tapi juga mengenai kehidupan. Semangat dalam menggapai mimpi adalah salah satunya. Saya pribadi tersuntik motivasi dan terdonor semangat seribu persen. Setelah ini, apa yang harus dilakukan? Bermimpi besar. Berkeyakinan besar. Bergerak dan berusaha lebih besar. Bidang ilmu pada hakikatnya sangatlah luas, apabila tidak diimbangi dengan usaha besar, apakah kita bisa menggapai hal khusus seperti yang kita canangkan? Terimakasih, Dr. Upik. Tentunya di momen hari Kartini ini Penjenengan begitu mencerahkan kami. (Qoni Ihda Permatasari, XI)

Share this:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *