Meriah, IPM Trensains siapkan lomba 17an asatidz vs santri

IPM SMA Trensains Muhammadiyah Sragen adakan lomba antar ustadz dan santri dalam rangka kemeriahan 17an pada Senin, 14/8/2023 bertempat di area sekolah.

Santri berbaris rapi mengikuti pembukaan rangkaian kegiatan perayaan 17an. Ada yang bisa nemu anaknya?

Acara perlombaan ini dimulai dengan apel pembukaan yang dipimpin oleh bapak Direktur, ustadz Mohammad Fahrurroni, Dalam sambutannya, beliau berpesan agar para santri mempunyai semangat pantang menyerah utamanya dalam hal menuntut ilmu, seperti halnya pemain panjat pinang. Pemain panjat pinang selalu berikhtiar dalam mencapai tujuan. Walau gagal/ melorot kembali ke bawah, mereka bersegera menyusun strategi untuk memanjat lagi.

Direktur membuka rangkaian perayaan 17an dengan simbolik potong pita.

Perlombaan ini terbagi dalam 2 grup yang terpisah area yaitu grup putra dan grup putri dengan pengurus IPM sebagai offiicial kegiatan. Official bertugas menjelaskan menyiapkan perlengkapan, susunan acara, rule of the game, penjurian, hingga pemberian hadiah.

Santri kru multimedia tergopoh-gopoh ketika meliput balap karung secara estafet. Ayo mas, keburu finish pesertanya.

Di lomba asatidz dan santri putra, ada lomba mengisi air dalam ember, lomba balap karung beregu, lomba tarik tambang, lomba memecahkan balon air. Sedangkan di putri, ada lomba suap pisang, perang naga, estafet air, dan estafet sarung.

Tim asatidz tampak kepayahan mengerahkan tenaga hanya untuk mengimbangi lawan. Faktor U kali ya…

Debu berterbangan akibat kaki pemain berusaha melawan buasnya tarikan tim lawan.

Sebagai salah satu peserta, ustadz Indrato mengaku bahwa lomba kali ini lebih seru daripada tahun sebelumnya karena bisa berkompetisi melawan anak-anak. Walau ngos-ngosan, beliau mengakus senang bisa berkompetisi sesama asatidz dan santri. “Mantab”, tukas beliau sambil menunjukkan kedua telapak tangannya yang memerah karena 3 kali main tarik tambang bersama grup asatidz.

Gawang yang disulap sebagai arena lomba pecah air. Jempol buat santri dalam hal pendayagunaan potensi sekitar.

Tinggi saja tidak cukup menjamin untuk jadi pemenang di lomba ini.. Btw logo Lazismu Trensainsnya cakep deh.

Ustadz Arif, kesiswaan dan penanggung jawab kegiatan, menjanjikan bahwa kegiatan tahun depan akan lebih meriah lagi dan lebih kompetitif. Harapannya, santri dapat merasakan betul suasana kemeriahan 17an di pondok. “Nanti hadiah dan doorprize akan dibagikan pada Rabu, 15 Agustus, setelah senam bersama. Sudah kami siapkan hadiah menarik bagi para juara, sedangkan yang belum mendapatkan juara, sudah kami siapkan doorprize. Semua kebagian doorprize.”

Si penyuap berusaha menyuapi secepat mungkin agar tidak kalah dari peserta lain tanpa memperhatikan apakah partnernya sudah menelan pisang. Bahasa Jawanya ‘dijejel-jejelke’.

Banyak air yang tumpah ketika lomba estafet air, sepertinya memang niatnya siram rumput berjamaah.

Meskipun panas, tak jadi penghalang keseruan lomba. Biar sehitam kedelai Malika.

Acara lomba tanding bersama asatidz ini berakhir pada pukul 11.30. Acara akan dilanjutkan kembali setelah Dhuhur dengan acara khusus santri yaitu perang guling di atas kolam bagi putra dan tangkap lele. Sedang santri putri akan berlomba estafet air dan ambil koin.

Foto bersama dengan background acara adalah wajib terutama bagi santriwati hehe.

Meski tinggal di pesantren, lomba mereka gak kalah seru dan meriah dong dengan lomba ketika di kampung.(tbh)

Bagikan Artikel:

Leave a Comment

SMA Trensains Muhammadiyah Sragen, menyiapkan Ibnu Sina abad 21 dengan mengkaji & meneliti ayat-ayat semesta dalam Al-Quran dan Hadis Nabawi.

Hubungi Kami

Pesantren Sains Trensains Muhammadiyah Sragen

Dawe RT. 16, Banaran, Kec. Sambungmacan, Sragen, Central Java, Indonesia 57253