Profesor Ahli Magntik Bumi Beri Kuliah Umum di Trensains

SRAGEN, trensains.sch.id – Ilmuwan Ahli Magntik Bumi, Prof. Dr. Satria Bijaksana beri kuliah umum di Trensains Sragen, pada Kamis (11/4/2019). Tema yang dibahas adalah “Memahami Medan Magnetik Bumi: Perilaku, Perubahan, dan Penyebabnya”.

Beliau merupakan dosen dan Guru Besar bidang kemagnetan batuan di Institut Teknologi Bandung (ITB). Menyelesaikan gelar Master dan Ph.D. di Memorial University of Newfoundland, Canada. Selain mengajar, juga aktif di Himpunan Ahli Geofisika Indonesia, Ikatan Ahli Geologi Indonesia dan Fellow Geological Society of London.

Tiba di Trensains Pukul 20.15 WIB dan langsung menuju tempat acara dimana para santri sudah menunggu dengan antusias. Acara dibuka oleh MC dan langsung dipandu oleh Guspur mengenalkan narasumber.

Sesi pertama beliau membahas tentang “pentingnya menjadi minoritas”. Indonesia sebagai bangsa yang besar jika ingin maju haruslah memiliki komunitas-komunitas minoritas yang maju. Bukankah saat ini para pemimpin yang adil, pengusaha yang sukses, kaum cerdikcendikia, tokoh agama yang arif, dan para saintis itu jumlahanya sedikit. Mereka inilah orang-orang yang memajukan Indonesia. Maka, jadilah minoritas yang maju.

“Kalian di sini sebagai santri calon saintis harus merubah maindset, jangan takut menjadi minoritas”, ungkapnya.

Di sesi ini beliau menceritakan pengalamannya melakukan riset di danau Towuti. Riset ini dilatarbelakangi oleh isu pemanasan global. Tim ahli geologi dari beberapa negara melakukan penelitian terhadap sedimen Danau Towuti yang berada di Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, untuk melihat siklus iklim di masa lampau. Hasil penelitian tentang pengetahuan siklus iklim tersebut akan sangat membantu prediksi iklim di masa depan.

Diakuinya riset di danau Towuti ini merupakan riset yang panjang karena ditempuh selama belasan taun. Disinilah ketekunan dan kesabaran kita diuji.

Di sesi kedua beliu membahas tentang apa itu magnetik bumi, sejarahnya, perilaku, perubahan, dan penyebabnya. Di sini beliau mengawali presentasinya dengan menampilkan film-film box office dengan tema bencana global seperti: Deep Impact (1998), Armagedon (1998), The Day After Tomorrow (2004), The Core (2003) dan film 2012 (2009). Film-film ini menunjukkan tentang fenomena dan gejala alam. Selanjutnya presentasi sangat intens membahas inti persoalan, magnetik bumi.

Tak terasa pemaparan materi sudah berjalan selama empat jam lebih. Nampak para santri masih segar. Sesi berikutnya adalah sesi tanya-jawab. Ada belasan pertanyaan yang muncul dari para santri yang terkait dengan materi maupun pengalaman nara sumber. Nampaknya kesempatan langka bertemu professor tidak ingin mereka sia-siakan.

Tanya-jawab terus mengalir hingga tak terasa waktu menujukkan pukul 00.15 WIB. Seandainya sesi diskusi ini tak dibatasi, mungkin akan berlanjut hingga waktu shubuh. Akhirnya kegiatan ditutup tepat jam 00.30 WIB, dilanjutkan sesi perphotoan dan wawancara personal.

Melihat antusiasme seperti ini, beliau berkeyakinan jika para santri memiliki etos belajar yang baik maka harapan Indonesia menjadi negara maju akan segara terwujud.

Sebagaimana diketahui, Trensains secara rutin mengadakan studium general dengan narasumber para ahli di bidang sains. Hal ini dalam rangka membentuk atmosfir Trensains yang cinta terhadap sains. HZ

Share this:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *