Psikologi Kehidupan Santri di Pesantren Sains (Trensains)

Suasana Kegiatan Upacara Bendera di SMA Trensains Sragen
Suasana Kegiatan Upacara Bendera di SMA Trensains Sragen

TRENSAINS SRAGEN, – Kehidupan Santri adalah kehidupan yang dikerjakan dengan mandiri, tinggal jauh dengan kerabat dan sanak saudara, para santri dituntut untuk hidup dengan sesuai aturan disiplin dan mengikuti system pondok yang sudah berjalan, dinamika pola kehidupan santri di pondok memberikan dampak segi positif karena anak akan berteman dengan teman yang mempunyai latar belakang berbeda dalam segi budaya, ras dan suku, tetapi itu semua tidak menjadikan mereka berbeda dikarenakan mereka hidup didalam tempat yang mendukung mereka dalam meningkatka potensi diri dan mengembagkannya, Sebagaimana telah dijelaskan oleh John Dewey dalam bukunya “ Democracy and Education” bahwa pendidikan sebagai suatu kebutuhan hidup ( a necessisity of life), suatu fungsi social ( a social function), sebagai bimbingan ( a direction), sebagai sarana pertumbuhan ( as growth), yang mempersiapkan, membukakan dan membentuk disiplin hidup (John Dewey, 1994). Keberagaman santri ini mempunyai aspek yang sangat penting dalam meningkatkan kedewasaan dalam menghadapi problemetika dalam hidupnya di pesantren, di dalam pesantern Trensains Muhammadiyah Sragen contohya: Kepengurusan santri didalam pondok diasuh oleh pengasuh pondok pesantren sebagaimana hasil wawancara pada tanggal 14 Januari 2020 dengan salah satu pengasuh yang tinggal dengan para santri sebanyak 288 yakni Ust Arif Dwi Cahyono, Semua Santri tinggal didalam pondok tidak ada yang diluar pondok meskipun rumahnya sangat dekat dengan pondok, guna santri dapat mendapatkan pendidika secara utuh ,dan pendidikan di pesantren adalah pendidikan yang mengajarkan santri hidup bermasyarakat dengan segala kekahsnya yang beraneka ragam tetapi disinilah santri dilatih untuk siap dipimpin dan mempin yakni leadership sependapat (Muhammad Qamar , 2006)  bahwa kehidupan pondok adalah kehidupan yang diawali dengan keanekaragaman untuk hidup mandiri dan dimulai dengan masyarakat yang kecil dengan lingkup pondok didalamnya mereka diharuskan untuk siap dipimpinn dan mempin yang nantinya mereka akan hidup secara mandiri dan terkonsep dan yang akan mewarnai di daerah asalnya dengan baik dan benar. Dengan pendidikan bukan saja didaptka didalam kelas ataupun sekolah saja pendidikan pada dasarnya didapat didalam tiga ranah yakni, Sekolahan, Rumah dan Lingkungan tiga factor inilah yang akan menentukan kesuksesan siswa dalam pendidikan secara utuh (Zamzami Sabiq, Muhammad As’ad Djalali, 2012)

Pondok Pesantren Muhammadiyah Trensains adalah pondok pesantren yang bersasis sains dan alqur’an didalamnya mereka diajarkan sains dengan ayat – ayat kauniyah didalam al-qur’an yang sangat penting dikaji yang digagas langsung oleh Agus Purwanto, Fenomena yang terjadi di SMA Trensains Muhammadiyah Sragen ini semua santri wajib mengikuti kegiatan 24 jam didalam pondok disinilah letak pendidikan karakter agar pendidikan karakter dapat tertanam kepada karakter – karakter santri di SMA Trensains Muhammadiyah Sragen, Kegiatan didalam pondok bukan hanya kegiatan yang tertulis kemudian ditinggalkan begitu saja, tetapi kegiatan yang mengedepankan adanya pengawalan , pengawasan dan terakhir evaluasi dimana semua kegiatan dihandel oleh pengurus IPM dan IPM dikawal oleh Pengasuh yang tinggal didalam pondok, dinamika inilah yang menjadikan santri nantinya siap dipimpin dan mempimpin diluar nanti saat mereka menjadi alumni dan kembali ke tempatnya  masing – masing semua kegiatan didalam pondok tidak lepas dengan kunci penannaman karakter dengan dilandasi oleh al-quran dan hadist (Yusuf Sholiqul Hadi, 2018).

Dengan Keberagaman Santri di dalam Pondok Muhammadiyah Trensains Sargen menjadikan santri selalu beoptimis untuk memberikan yang terbaik dari hasil pendidikannya dan mereka ingin membuat keluarga dan sanak saudaranya bangga dengan hasilnya meskipun mereka sangat jauh dengan kerabat tetapi mereka masih tetap berprestatasi sesuai dengan pendapat (Ahmad Muhammad Diponegoro, Ziyadi Ali Ikromi, 2019) bahwa rasa optimis yang kuat yang terdapat dalam diri kita akan mampu mengatasi suatu masalah dengan baik, walaupun masalah kecil atau besar secara berulang -ulang ia rasakan tetapi dia tetap akan bangkit kembali dikarenakan ia memiliki konstruk kognitif mengenai harapan yang akan dating dimasa yang akan dating, Rasa optimis inilah yang selalu ditanamkan kepada santri di SMA Trensains Muhammadiyah Sragen dimana guru dianjurkan untuk memberikan nasihat motivasi dan mengevaluasi santri sepuluh menit sebelum bel akhir pelajaran, dan disetiap malam setelah bada maghrib pengasuh selalu memberikan motivasi dan memanggil secara indivual bagi santri yang mempunyai masalah pendakatan inilah agar memberikan dampak yang positive terhadap kemampuan santri dalam meningkatkan dirinya tidak hanya optimis , Doa, Bersyukur , Bersungguh – Sunngguh adalah pola kehidupan yang selalu dikerjakan santri didalam pondok santri diajarkan untuk hidup sederhana dengan makan yang sudah disediakan dengan lauk seadanya yang harus dimakan, dan selalu berdoa dengan mengerjakan tahajud dan sholat lima waktu secara berjama’ah kegiatan – kegiatan seperti inilah yang akan menjadikan kuat, dalam segi apapaun terbukti dengan data prestasi yang diraih oleh santri SMA Trensains Muhammadiyah Sragen.

Perlombaan Prestasi Ranah Ilmu
Tapak Suci Peringkat 1 juara berturut selama tiga tahun sekabupaten Sragen Juara 1 Berturut – Turut Peningkatan Kedewasaan anak dalam mengikuti lomba pelajaran ekstrakuliluler
Lomba Sains Olympicad Juara 2 Robotik Peningkatan Kreativitas anak dalam menyelesaikan masalah dilapangan melalui lomba robotik
Lomba Pidato 2 Bahsa Arab dan Inggris di UMM Malang Juara 1 Lomba , Juara 2 Lomba Bahasa Inggris Peningkatan komuikasi anak dengan menggunakan 2 bahasa ( linguistic)
Lomba Memahami Ayat Al-Qur’an Juara 2 yang diagendakan di UMM Malang Peningkatan Spiritual Santri

Melihat Prestatasi diatas yang diraih ditahun 2019, merupakan bukti bahwa santri tidak tertinggal dalam segi apapun bahkan mereka dapat mempelajari segala apapun dikarenakan mereka mempunyai landasan dalam kunci kesuksesan yakni : bersungguh – sungguh, beriktiyar , tawakkal, optimis, berusaaha yang keras dan yang terakhir doa, dikarenakan doa adalah bagian dari kesuksesan, dikarekan kesuksesaan manusia Diwali dengan usaha tetapi keberhasilan itu juga adanya campur tangan sang Illahi Robbi Yang menciptakan alam semesta ini

KESIMPULAN

Psikologi Santri Didalam Pesantren dapat meningkatkan kepribadian mereka menjadi lebih dewasa, dalam segala apapun, karena mereka diberikan tanggungjawab secara penuh dalam menyelesaikan dalam segala hal, sifat inilah yang akan menjadikan mereka lebih dewasa, dan mereka dilatih untuk siap memimpin dan siap dipimpin , dengan mengutamakan optimism yang kuat, sungguh – sunngguh , berikhtiyar dan bertawakkal  dan dengan doa yang kuat pula dengan inilah yang akan menghantarkan mereka saat mereka kembali ketempat asalnya nantinya.

 

DAFTAR PUSTAKA

Ahmad Muhammad Diponegoro, Ziyadi Ali Ikromi. (2019). Faktor Psikologis yang mempengaruhi subjective well being pada remaja yang tinggal di pondok pesantren. Prosiding Seminar Nasional Magister Psikologi Universitas Ahmad Dahlan. 5, p. 419. Yogyakarta: 08 Agustus Agustus 2019.

John Dewey. (1994). Democrary and Education. Digital Classics.

Muhammad Qamar . (2006). Pesantren dari transfrormasi metodelogi menuju demokratisaisi institusi. Jakarta: Erlangga.

Yusuf Sholiqul Hadi. (2018). Manajemen Program Kegiatan Santri Dalam Penanaman Nilai -Nilai Karakter Di SMA Trensaisn Muhammadiyah Sragen. Gigilib, Tesis Universitas MUhammadiyah Surakarta, 34.

Zamzami Sabiq, Muhammad As’ad Djalali. (2012). Kecerdasan Emosi, Kecerdasan Spiritual dan Perilaku Prososiai Santri Pondok Pesantren Nasyrul Ulum Pamekasan. Persona, Jurnal Psikologi Indonesia, 13.

 

Oleh: Fitrohtin Bahriya

Pengasuh Putri Trensains

Pasca Sarjana Pendidikan Agama Islam, Universitas Ahmad Dahlan (UAD)

 

 

Share this:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *