Santri Trensains Sragen ‘Noong’ Bulan

TRENSAINS SRAGEN – Tiga bulan lalu, Trensains Sragen menambah koleksi teleskop. Dan teleskop kali ini benar-benar dimodali alias bukan sekedar punya yang manual dan harganya relatif murah di bawah sepuluh juta.

 

Koleksi teleskop baru ini lebih canggih karena sudah computerized yang dapat disetting mengikuti obyek langit yg mau diamati. Harganya lumayan hampir enam puluh juta.

 

Nah, pada Jumat petang (4/10/2019) para santri putri berburu bulan. Menikmati wajah Bulan “dari dekat” shg tampak jerawat dan benjolannnya. Bulan tidak mulus lagi tetapi tampak lebih indah dengan penampakan aslinya

 

Insya Allah, hari berikutnya giliran santri putra

bercengkerama dengan Bulan. Ada baiknya tunggu purnama karena akan lebih indah, bulat sempurna.

 

Apa pun itu, selamat santri Trensains Sragen kalian bisa lebih akrab bergaul denga Bulan dengan teleskop baru.

 

Kita pun jadi teringat pesan ‘eyang’ Albert Einstein “Yang termahal dari ilmu pengetahuan adalah imajinasi. Imajinasi inilah yg kemudian melahirkan kreativitas demi kreativitas dan karya-karya besar ilmu pengetahuan dan teknologi.”

 

Bangun di malam hari dan menyimak langit gelap dan jagad raya luas akan membangkitkan pertanyaan-pertanyaan susulan yang menjadi hal utama dalam ilmu pengetahuan.

 

Dipandu kitab suci al-Quran yg memuat 299 kata langit dalam empat bentuk nakirah mufrad, ma’rifat mufrad, nakirah jamak dan ma’rifat jamak diharapkan lahir generasi ilmuwan muslim baru Ibnu Haytsam, Ibnu Siena abad dua puluh satu. Insya Allah.

 

Sebagaimana diketahui, Trensains Sragen merupakan pesantren sains pertama di Indonesia, bahkan mungkin di dunia Islam Sunni. Pesantren yang unik karena materi khasnya adalah intereraksi al-Quran dan sains ini mulai dilirik oleh masyarakat luas. Saat ini tercatat para santri berasal dari 27 provinsi di Indonesia. (GP)

 

Share this:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *