Sisihkan Uang Saku, Santri Trensains Fundraising Dana Peduli Bencana

TRENSAINS SRAGEN – Pesantren Sains SMA Trensains Sragen adakan penggalangan dana kemanusiaan peduli bencana pada Jumat, 29/1/2021. Penggalangan dana tersebut melibatkan seluruh santri yang dikoordinir oleh IPM. Total dana terkumpul Rp. 6.120.000,-.

Sebagaimana diketahui, Indonesia saat ini mengalami darurat bencana. Beberapa wilayah di tanah air saat ini tengah mengalami bencana alam, seperti erupsi Merapi, banjir di Jawa Tengah dan Kalimantan Selatan, longsor di Jawa Barat, dan terutama gempa bumi di Majene Sulawesi Barat.

Sebagai respon capat untuk penangggulangan bencana, Pimpinan Pusat Muhammadiyah via Lazismu Pusat mengintruksikan untuk melakukan fundrising secara massif melalui “Gerakan Jumat untuk Kemanusiaan”. Intruksi ini berlaku untuk seluruh elemen dan unsur Muhammadiyah.

Hakim Zanky, selaku humas Trensains membenarkan bahwa kegiatan ini dilaksanakan merujuk surat edaran Lazismu Pusat tentang Gerakan Jumat untuk Kemanusiaan demi meringankan beban para korban bencana alam.

“Kemarin via group whatapps ketua Lazismu Sragen menyampaikan edaran terkait intruksi fundraising ini. Hari ini juga kami umumkan via ketua IPM. Jadi teknisnya IPM yang mengkoodinir”, pungkasnya.

Hasil fundraising tersebut disampaikan secara simbolik oleh ketua IPM Putri kepada Eksekutif Lazismu Trensains Septian Awaludin Akbar, pada Sabtu, (30/1/2021)

*****

Sebagimana diketahui, SMA Trensains Sragen merupakan sekolah unggulan Muhammadiyah di Jawa Tengah. Sekolah dengan format pesantren ini bukan pesantren biasa melainkan pesantren sains. Trensains mengingatkan dan menyadarkan bahwa di dalam al-Quran, terdapat 800 ayat alam yang mengarah pada pemahaman dan penguasaan sains dan teknologi. Umat Islam harus kembali kuasai IPTEK karena secara empirik, mengatakan bahwa bangsa-bangsa yang eksis adalah bangsa-bangsa yang menguasai sains fundamental.

Trensains berikhtiar melahirkan saintis muslim abad 21. Santri Trensains selain harus memahami bahasa Arab dengan baik sebagai tool memahami al-Quran. Mereka juga harus piawai dalam matematika dan sains.  (HZ)

Share this:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *