Trensains-Biru Marmara Teken Kerjasama untuk Perlancar Kuliah di Turki

SRAGEN, trensains.sch.id– SMA Trensains Muhammadiyah Sragen dan PT Biru Marmara Edukasi menyepakati penguatan kerja sama di bidang penyaluran santri kuliah di Negara Turki.

Kesepakatan tersebut diwujudkan dalam Memorandum of Understanding (MoU) yang ditandatangani oleh Kepala Sekolah SMA Trensains Muhammadiyah Sragen, Mohammad Fahrurroni dan Direktur Utama PT Biru Marmara Edukasi, Dodi Saputra di tengah kunjungan ke Trensains Ahad (7/4/2019) di Sragen, Jawa Tengah.

Kepala Sekolah, Mohammad Fahrurroni menjelaskan, kesepakatan ini menjadi wujud upaya positif Trensains dalam rangka menghantarkan santri dalam jenjang perguruan tinggi terutama di luar negeri.

“Ini juga sekaligus menunjukkan komitmen kita untuk menghantarkan santri ke jenjang berikutnya dalam bidang kealaman dengan kuliah di luar negri” jelas Fahrurroni dalam keterangan resminya, Ahad (7/4/2019).

Penandatanganan nota kesepahaman ini dilakukan untuk membuka peluang kuliah di luar negeri. Sebagai terobosan membuka minat santri  dalam kuliah di luar negri dengan biaya terjangkau. Ini sekaligus menjawab tantangan semakin mahalnya ongkos kuliah di dalam negeri Indonesia.

Humas Trensains, Hakim Zanky menambahkan, bahwa kerja sama ini merupakan followup dari kunjungan pertama perwakilan Trensains di kantor Biru Marmara, pada Ahad (18/3/2019)

“Turki menjajikan kuliah berkualitas dengan biaya terjangkau. Kampus-kampus negeri di turki dilengkapi  dengan fasilitas yang cukup baik. Dengan posisi nya di Eropa menjanjikan pergaulan internasional bagi para mahasiswa. Maka tak heran Turki manjadi destinasi baru para mahasiswa di seluruh dunia. Dan yang terpenting murahnya kuliah di truki ini karena subsidi pemerintah Turki, “ kata dia.

Hakim menekankan, ada tiga tujuan yang diharapakan dalam penandatanganan nota kesepahaman ini, yaitu, pertama memperkuat kerja sama di area informasi sistem perkuliahan di Turki dari mulai pendaftaran, pemberangkatan, hingga pendampingan selama kuliah. Kedua, menjadi opsi dalam menyalurkan santri dengan aman, cepat dan efisien. Ketiga, sebagai solusi akan mahalnya biaya kuliah di dalam negeri Indonesia untuk jurusan-jurusan tertentu seperti kedokteran.

Sebagai informasi bahwa saat ini Trensains telah memiliki dua orang santri yang kuliah di Turki, yaitu atas nama  Agus Tri Nur Fatimah Novitasari (Jurusan Garden Plan) dan Fillah Dina Rasyad (Teacher Training in Science), keduanya di Uludag University, di kota Bursa, Turki.

Sebagaimana diketahui, Trensains merupakan pesantren sains yang bercita-cita mencetak ilmuwan muslim yang handal: mengusai sains dan al-Quran. (HZ)

Share this:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *