Trensains Gandeng MPM dan Jatam Luncurkan Wakaf Produktif Kebun Pisang Cavendish

Trensains Gandeng MPM dan Jatam Luncurkan Wakaf Produktif Kebun Pisang Cavendish

TRENSAINS.SCH.ID. Sragen –  Pesantrens Sains Trensains bekerja sama dengan Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) dan Jaringan Tani Muhammadiyah (JATAM) untuk meluncurkan Wakaf Produktif Kebun Pisang Chavendish. Kerja sama ini hadir menyusul digulirkannya program Wakaf Produktif Perkebunan Pisang Cavendish untuk Kemandirian Pesantren Sains Trensains.

Mengacu pada kesuksesan JATAM dalam mengembangkan pisang Cavendish, Trensains berkolaborasi dengan Jatam untuk memastikan proses dan pengelolaan kebun lancar dan sukses.

Pengurus JATAM,  Sumarlan dan Sutarto menceritakan pengalamannya dalam mengorganisir kebun pisang dan keuntungan memilih pisang Cavendish.

“Jenis tanaman pisang Cavendis dipilih karena memiliki beberapa keuntungan: berumur pendek yakni minimal 9 bulan untuk panen perdana dan 6 bulan untuk panen berikutnya; satu ‘dapur’ bisa bertahan untuk 7 kali panen selama 3 tahun, proses pengelolaan dan perawatan lebih mudah, dan dianggap menjadi buah primadona di saat pandemi sehigga memudahkan untuk pemasaran.“

Ketua MPM PDM Sragen, Fathurrahman bersyukur kalau majelis yang dipimpinnya dilibatkan dalam program ini. Kolaborasi pesantren dengan MPM dan Jatam ini akan menjadi rollmodel bagi pengembangan pesantren dalam hal pertanian.

“Saya mewakili MPM dan Jatam berterima kasih telah dilibatkan dalam program yang hebat ini, kami siap support untuk memastikan proses tanam hingga panen sukses. Terutama bidang konsentrasi saya dalam hal pengendalian hama maka saya siap mendampingi. Selamat untuk Trensains, semoga sukses dan menjadi inspirasi AUM lainnya”  pungkasnya pada saat seremonial tanam perdana Sabtu (6/3).

Perkebunan pisang Cavendish berdiri menghiasi tanah wakaf 3400 m2. Kebun pisang ini dimodali dari dana umat dengan skema wakaf produktif. Sebanyak 450 pohon ditanam untuk tahap pertama pada 6 Maret 2021 bertepatan dengan 22 Rajab 1442 H.

Direktur Pesantren Sains Trensains, Mohammad Fahrurroni, mengatakan bahwa Wakaf Produktif akan memainkan peran penting dalam kemandirian pesantren dan mengatasi ekonomi akibat pandemi gelobal ini.

“Melalui wakaf produktif aset-aset wakaf dikelola dan dikembangkan secara produktif yang hasilnya untuk mensubsidi operasional lembaga dan biaya pendidikan, sehingga biaya bulanan 300-an santri disubsidi oleh wakaf produktif. Biaya bulanan menjadi tidak mahal bahkan sebagian santri digratiskan.”

Untuk program wakaf berikutnya, Wakil Direktur bidang Humas dan Lazismu Trensains, Hakim Zanky, mengatakan bahwa program wakaf terdekat yang akan digulirkan adalah program wakaf produktif pusat perbelanjaan Trensmart.

“Pada pertengahan Maret ini Trensasins akan meluncurkan program wakaf berikutnya yaitu Program Wakaf Produktif Pusat Perbelanjaan Trensmart. Semoga lancar dan dimudahkan dalam proses fundrisingnya”. Pungkasnya pada saat menutup kegiatan seremonial tanam perdana.

(HZ)

Share this:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *