TRENSAINS: Pesantren Sains Pertama di Indonesia, Dilaunching Muhammadiyah di Sragen

Trensains Sragen, Pesantren Sains Pertama di Indonesia

SRAGEN, trensains.sch.id– Hari ini, Ahad (5/11/2013) adalah hari yang bersejarah bagi Indonesia khususnya Sragen. Pasalnya, Pesantren Sains di Indonesia untuk pertama kalinya diresmikan di Sragen.  Adalah SMA TRENSAINS MUHAMMADIYAH SRAGEN merupakan proyek pertama yang mengawali lahirnya ide Pesantren Sains. Resmi dilaunching pada 1 Muharram 1435 H, yang bertepatan dengan 5 November 2013.  Diresmikan oleh PP. Muhammadiyah yang diwakili oleh Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed dan penggagas Trensains Agus Purwanto, D.Sc.

Trensains adalah kependekan dari Pesantren Sains yang merupakan sintetis dari pesantren dan sekolah umum bidang sains. Merupakan lembaga pendidikan setingkat SMA yang merupakan proyek baru di Indonesia, bahkan mungkin di dunia Islam.

Trensains tidak menggabungkan materi pesantren dan ilmu umum sebagaimana Pondok Pesantren (Ponpes) modern. Trensains mengambil kekhususan pada pemahaman Alquran, sains kealaman (natural science) dan interaksinya.

Interaksi antara agama dan sains merupakan materi khas trensains dan tidak ada dalam Ponpes modern.

Kemampuan bahasa Arab dan bahasa Inggris menjadi kemampuan dasar bagi para santri. Selain menjadi alat komunikasi, di Trensains bahasa Arab juga digunakan sebagai alat analisis awal dalam menalar ayat-ayat al-Quran khususnya ayat-ayat kauniyah.

Trensains juga membimbing para santrinya untuk mempunyai kemampuan nalar matematik dan filsafat yang memadai. Konsep dasar limit, diferensial dan integral perlu diperkenalkan sebagai alat analisis dan memahami konsep fisika. Nalar dan spirit filosofis diperlukan untuk berfikir runut, tuntas dan mendasar.

Jika umumnya pesantren mengharapkan alumninya menjadi ulama syariah (hukum Islam), maka proyeksi alumni Trensains adalah lahirnya ulama-ulama yang memiliki spesialisasi di bidang sains kealaman, teknologi, dan dokter yang mempunyai basis Alquran, kedalaman filosofis serta keluhuran akhlak.

Pada saat dilaunching Trensains telah memiliki santri angkatan pertamanya tahun ajaran 2013-2014 berjumlah 40 santri putra dan putri. Mereka ini adalah putra putri terbaik yang berasal dari berbagai daerah.

SMA dengan kurikulum penggabungan antara al-Quran dan sains ini tergolong baru, belum ada padanannya di Indonesia. Berbeda dengan sekolah lainnya yang sekedar menghubungkan antara keduanya dengan garis persamaan atau sekedar pencocok-cocokan. Trensains di sini lebih dari itu, karena menuntut lahirnya sains dari pemahaman ayat kauniyah dari al-Quran, menuntut adanya instrumen keilmuan alam yang terinspirasi langsung dari pemahaman struktur al-Quran, per-kosakata, munâsabah, dan semua dimensi kemukjizatan al-Quran.

Inti dari acara launching ini adalah pengenalan Trensains ke ranah publik, penggalangan dana sekaligus peresmian oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah. “If you are not the best, be the first”- alfadhlu lil mubtadi wa in ahsanal muqtadi. Mungkin itulah jargon yang selama ini mengilhami pondok pesantren Darul Ihsan sebagai lembaga pendidikan pertama di Indonesia yang menjadi rahim lahirnya gagasan Trensains secara institusional. Oleh karena itu gaung akan adanya dinamika baru keilmuan indonesia harus disampaikan seluas-luasnya.

Adapun penggalangan dana, karena memang set-plan bangunan gedung Trensains dirancang di atas lahan 4 hektar. Tentu dana yang dibutuhkan sangat besar. Oleh karena itu dibutuhkan sinergi dan kolaborasi masyarakat dalam lingkup nasional untuk memenuhi dana yang fantastis ini.

Rangkaian acara launching dimeriahkan olh atraksi Tapak Suci dan Tari Saman khas santri. Tak ketinggalan pertunjukkan pidato Bahasa Arab-Inggris oleh santri Trensains atas nama Doni Romdoni (Tasikmalaya) dan Isfina Uniatunnada (Sragen).

Disesi berikutnya adalah orasi ilmiah yang merupakan acara puncak.  Pengenalan Trensains oleh Sang Penggagas Agus Purwanto, D.Sc dan orasi ilmiyah disampaikan Dr. Abdul Mu’thi, M.Ed sebagai utusan PP Muhammadiyah.

Abdul Mu’thi  mengatakan bahwa dirinya bersama PP Muhammadiyah memberikan dukungan penuh akan berdirinya Trensains di Sragen. Lebih dari itu beliau berharap agar dengan lembaga ini, umat Islam keseluruhan bisa mengulang kembali sejarah emas dimana seluruh keilmuan saling terkoneksi dan terintegrasi, tidak lagi terdikotomi dalam kotak-kotak yang justru akan membuat umat Islam mundur.

“Dengan adanya Trensains kita berharap bisa melahirkan kembali sosok Ibnu Sina yang ahli agama tapi disaat yang sama juga ahli dalam bidang  ilmu kedokteran dan filsafat. Begitu juga Ibnu Rusyd yang mahir akan keintelektualan ilmu fikih tapi tidak buta akan filsafat dan ilmu-ilmu lainnya. Penemuan angka nol, pemetaan geografi bumi, optik, kedokteran,  itu semua mempunyai rahim dari keintelektualan kaum muslim yang harus kita raih kembali.” Ujar Abdul Mu’thi.

Akhirnya acara ditutup dengan peresmian Trensains oleh Abdul Mu’thi yang membubuhkan tanda tangan di atas marmer bertuliskan “Dengan Rahmat Allah Subhanahu wa Ta’ala  SMA Trensains Telah Diresmikan”, tertanda, Dr. Abdul Mu’thi, M.Ed. Disaksikan langsung oleh Kreator Trensains Agus Purwanto, D.Sc. dan segenap peserta yang dengan semangat menggemakan takbir dan tahmid kepada Allah Swt. (HZ)

Share this:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *